PERBEDAAN JENIS MODAL DALAM SEBUAH PERUSAHAAN (PERSEROAN TERBATAS)

 

HALOHUKUM - PERBEDAAN JENIS BENTUK MODAL DALAM SEBUAH PERUSAHAAN

Oleh

Advokat

 

Pertanyaan :

Perbedaan modal dasar, modal ditempatkan dan modal yang disetor dalam sebuah perusahaan?

Pembahasan:

Terima kasih atas pertanyaannya, saya coba menjawabnya.

Kemudahan berusaha telah diterapkan pemerintah dengan memberikan fasilitas penunjang baik yang sudah tertuang dalam kebijakan tertulis maupun ketersediaan sarana dan prasarana pendukung kemudahan tersebut yang dimulai dengan kemudahan dalam membuat perizinan berusaha. Kehadiran Online Single Submission (OSS) yang pertama kali di luncurkan pada tahun 2018 yang kemudian saat ini telah ditingkatkan pelayanannya menjadi dengan pendekatan resiko atau Risk Based Approach (RBA),  cukup untuk memutus jalur birokrasi perizinan yang selama ini menjadi keluhan terbesar dari pengusaha.

Kehadiran OSS ini mampu meningkatkan gairah untuk berusaha terutama untuk jenis usaha Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip oleh Liputan6.com tanggal 4 september 2020, setidaknya ada 64 juta pelaku usaha UMKM ada di Indonesia. Salah satu kemudahan yang benar-benar dirasakan adalah kemudahan untuk mendapatkan perizinan dasar seperti, Nomor Induk Berusaha (NIB), Izin Lokasi, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan beberapa sertifikat perizinan lain yang tidak memerlukan persyaratan khusus. Bahkan khusus untuk usaha mikro perorangan OSS menerapkan perizinan tunggal dimana NIB bisa menjadi sekaligus izin usaha dan tanda daftar usaha. Dan tahun 2021 ini, sebagai tindak lanjut atas pelaksanaan Undang-undang No. 11 tahun 2020 Tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) pemerintah meluncurkan aplikasi pendaftaran perseroan perorangan yang bisa diakses melalui laman ahu.go.id, perseroan perorangan ini memungkinkan seseorang membuat Perseroan hanya dengan 1 orang pemilik saham.

Kemudahan tidak hanya diberikan kepada pelaku usaha mikro dan kecil, namun untuk pelaku usaha non-kecil juga ada kemudahan yang diberikan oleh pemerintah, salah satunya adalah dihapuskannya ketentuan minimal untuk modal dasar. Jika sebelumnya dalam Undang-undang No. 40 tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (UU PT) Pasal 32 ayat 1 yang menyebutkan bahwa “Modal dasar Perseroan paling sedikit Rp. 50.000.0000 (lima puluh juta rupiah)”, namun ketentuan tersebut diubah melalui Pasal 109 angka 3 Undang-undang Tentang Cipta Kerja yang hanya menyebutkan kewajiban bahwa ayat 1 : “Perseroan wajib memiliki modal dasar perseroan”, ayat 2: “Besaran modal dasar Perseroan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 ditentukan berdasarkan keputusan pendiri Perseroan”, yang artinya tidak ada ketentuan minimal lagi. Hanya saja memang untuk modal disetor tetap 25% dari total modal dasar yang dimiliki, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 4 Ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Modal Dasar Perseroan Serta Pendaftaran Pendirian, Perubahan Dan Pembubaran Perseroan Yang Memenuhi Kriteria Untuk Usaha Mikro Dan Kecil :  “Modal dasar Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 harus ditempatkan dan disetor penuh paling sedikit 25 % (dua puluh lima persen) yang dibuktikan dengan bukti penyetoran yang sah Pendirian Perseroan”. Ini tidak berubah dari ketentuan Pasal 33 ayat 1 UU PT.

Pendirian dan Modal Perseroan

Perseroan didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih dengan akta notaris yang dibuat dalam Bahasa Indonesia”, demikianlah ketentuan yang disebutkan dalam Pasal 109 angka 2 UU Cipta Kerja yang mengubah Pasal 7 UU PT.

Akta notaris sebagai akta pendirian haruslah mencantumkan beberapa hal diantaranya yaitu:

  1. Nama dan tempat kedudukan perseroan
  2. Maksud, tujuan, dan kegiatan usaha perseroan
  3. Jangka waktu berdirinya perseroan
  4. Besarnya modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor
  5. Jumlah saham, klasifikasi saham, hak-hak yang melekat pada saham, serta nominal setiap saham
  6. Pengurus perseroan
  7. Tata cara pengangkatan dan pemberhentian pengurus

Seringkali masih banyak pertanyaan dari beberapa kalangan mengenai perbedaan antara modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor. Hal ini tentu sangat wajar, mengingat dalam akta ketiga hal tersebut hanya tertulis dan jarang ada notaris yang menjelaskan dengan rinci apabila tidak ditanyakan.

Secara definisi, M. Yahya Harahap menyatakan bahwa modal dasar adalah jumlah total saham yang dapat diterbitkan oleh perseroan atau disebut “nilai nominal yang murni” (M. Yahya Harahap, S.H Hukum Perseroan Terbatas, Hal 233).Sedangkan modal ditempatkan adalah jumlah saham yang sudah diambil pendiri atau pemegang saham dan modal disetor adalah saham yang telah dibayar penuh oleh pemegang atau pemiliknya (M. Yahya Harahap, S.H Hukum Perseroan Terbatas, Hal 236).

Besaran kepemilikan saham dari masing-masing pemilik saham tidak menentukan kedudukan para pemilik saham dalam struktur kepengurusan, karena tata cara pemilihan pengurus memang berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai organ tertinggi dalam perseroan. Oleh karena itu, RUPS harus menunjuk direksi sebagai organ yang akan diberikan mandat sebagai representasi perseroan yang bertindak untuk dan atas nama perseroan dalam setiap aksi korporasi. Selain direksi, RUPS juga memilih dewan komisaris sebagai pengawas dan penasehat direksi dalam menjalankan perseroan.

Demikian jawaban dari saya, semoga bermanfaat. Terima kasih.

 

Dasar Hukum:

  1. Undang-undang No. 11 tahun 2020 Tentang Cipta Kerja
  2. Undang-undang No. 40 tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas
  3. Peraturan pemerintah Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Modal Dasar Perseroan serta Pendirian, Perubahan, dan Pembubaran Perseroan yang Memenuhi Kriteria untuk Usaha Mikro dan Kecil

Referensi:

M. Yahya Harahap, S.H Hukum Perseroan Terbatas

ardian pratomo, SH

ardian pratomo, SH

Advokat di MA&P Lawyers Deliberative Legal Solution