ALASAN PENGHAPUS PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA

 

ALASAN PENGHAPUS PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA

Oleh

Advokat & Mediator

 

Pertanyaan:

Adakah alasan penghapus pidana bagi seseorang yang telah melakukan tindak pidana?

Jawaban:

Terima kasih atas pertanyaan yang anda berikan.

Indonesia adalah negara hukum, jadi segala sesuatunya sudah diatur dengan aturan-aturan hukum. Didalam aturan hukum, terdapat perbuatan-perbuatan yang diperbolehkan, perbuatan yang dilarang dan diatur juga sanksinya.

Secara khusus dalam hukum pidana, orang yang melakukan tindak pidana adalah orang yang melakukan perbuatan melawan hukum yang berhubungan dengan kesalahan dan kelakukan orang yang mampu bertanggungjawab serta diancam pidana.

Namun dalam teori  hukum pidana terdapat alasan-alasan hukum yang membuat orang yang melakukan tindak pidana tidak dapat dijatuhi oleh pidana. Menurut Moeljatno, ada 2 yakni:

  1. Alasan Pembenar adalah alasan yang menghapuskan sifat melawan hukumnya perbuatan, sehingga apa yang dilakukan oleh terdakwa lalu menjadi perbuatan yang patut dan benar.
  2. Alasan Pemaaf adalah alasan yang menghapuskan kesalahan terdakwa. Perbuatan yang dilakukan terdakwa tetap bersifat melawan hukum, jadi tetap melakukan perbuatan pidana, tetapi dia tidak dipidana, karena tidak ada kesalahan.

Hal ini diatur secara ekspisit didalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) sebagai berikut:

Alasan Pembenar Dalam KUHP

Alasan Pemaaf Dalam KUHP

  • Overmacht (daya paksa) – Pasal 48 KUHP
  • Perbuatan pembelaan terpaksa – Pasal 49 ayat 1 KUHP
  • Perbuatan yang menjalankan perintah undang-undang – Pasal 50 KUHP
  • Perbuataan yang menjalankan perintah jabatan – Pasal 51 ayat 1 KUHP
  • Ketidakmampuan bertanggungjawab – Pasal 44 KUHP
  • Overmacht (daya paksa) – Pasal 48 KUHP
  • Perbuatan pembelaan terpaksa yang melampaui batas – Pasal 49 ayat 2 KUHP
  • Perbuatan karena menjalankan perintah jabatan tanpa wewenang – Pasal 51 ayat 2 KUHP

Contoh:

  1. Alasan Pembenar
  2. Si A merupakan anggota Brimob (Brigade Mobil), kemudian mendapatkan tugas dari atasannya sebagai regu tembak untuk mengeksekusi terpidana mati. Karena perbuatannya terpidana tersebut mati karena sengaja ditembak oleh si A berdasarkan prosedur yang berlaku.

    Berdasarkan Pasal 50 KUHP, maka si A telah hapus perbuatan melawan hukumnya karena perbuatan si A menjalankan perintah      undang-undang sehingga perbuatan si A adalah perbuatan yang benar.

  1. Alasan Pemaaf
  2. Si A merupakan orang gila (gangguan jiwa). Dia berjalan di jalan raya kemudian tiba-tiba mengambil sebuah batu dan dilempar ke pengguna jalan. Pengguna jalan tersebut terluka di bagian kepala. Berdasarkan Pasal 44 ayat 1 KUHP maka si A tidak dapat dipidana karena jiwanya cacat atau terganggu karena penyakit.

Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat. Terima kasih.

 

Dasar Hukum:

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

Referensi:

Rahmawati Mety. Dasar-Dasar Penghapus Penuntutan, Penghapus, Peringan, Dan Pemberat Dalam KUHP.Universitas Trisakti, Jakarta, 2014

Wahyu Nandang Herawan S.H.,C.Me.,CIRP

Wahyu Nandang Herawan S.H.,C.Me.,CIRP

Saya adalah Advokat yang berpengalaman lebih dari 5 tahun yang memiliki keahlian dibidang hukum ketenagakerjaan, hukum perusahaan, PKPU & Kepailitan. Saya juga aktif menjadi dosen tamu, mengisi diskusi, dan menulis. Selain menjadi Advokat, saya juga berprofesi sebagai seorang Mediator.